Tampilkan postingan dengan label 1897 - 1899. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1897 - 1899. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Februari 2015

1899 Senembah menjadi Milik Deli Maatschappij

Carl Furchtegott Grob & Hermann Naeher
Pada tahun 1887, perubahan minat akan tembakau dunia yang berwarna cerah menjadi sangat populer di Amerika. Dikarenakan juga dengan musim panas yang membuat tembakau hasil dari Senambah menjadi berat dan berminyak sehingga harga jual tembakau dari Senembah ini menjadi jatuh dimata dunia.

Pada tahun 1888 juga kesehatan Tuan Grob semakin memburuk. Akan hal ini, maka Tuan Grob dan Naeher menjual aset mereka kepada Deli Maatschappij yang sudah menjadi bankir mereka sejak 1875. 

Akhirnya pada tanggal 30 September 1889 Koninklijke menyetujui pengambilalihan tanah konsesi kepada Deli Maatschappij. Tanggal 11 September (lulus UU notaris)  J. Nienhuys dan CW Janssen sebagai Direktur, sementara Komisaris terdiri dari JT Cremer, H. Naeher, GE Haarsma, AL Wurfbain dan R. von Seutter.

Dengan Naeher & .Grob sudah ditunjuk Kepala Administrator baru E. von Seutter. Ia menjabat hingga mengundurkan diri pada akhir Oktober 1889. Kemudian dia digantikan oleh F.Luthy pada tanggal 22 Januari 1890. 
(Senembah Maatschappij 1889-1914, CW Janssen)


Selasa, 24 Februari 2015

1898 Nederlandsch Indische Gasmaatschappij (NIGM) dibuka

Nederlandsch Indische Gasmaatschappij (NIGM) Medan
Pada tahun 1863 didirikanlah Nederlandsch Indische Gasmaatschappij (NIGM) di Belanda. Perusahaan ini khusu menangani Gas dan listrik luar negeri. Usaha listrik pertama di Medan dimulai tahun 1898 yang diberikan konsesi pada perusahaan Deighreis.co. Pembangunannya disahkan oleh Pemerintah Hindia Belanda no.18 Juli 1898.
Saat Medan menjadi kota, maka dibutuhkanlah penerangan kota di awal 1900. Pada Bulan Maret 1900 diperolehlah kontrak pertama untuk menerangi jalan-jalan di Medan. Awalnya perusahaan ini dipimpin oleh Messrs Koopman & co yang kemudian diambil alih oleh tuan Kerstens dan Harlingen sedangkan komisarisnya Mr. Schadee.

Peta Electric Fabriek 1906
Kantor NIGM berada di Jalan Listirk Medan sekarang. Dari peta diatas kelihatan situsnya dengan nama Electric Fabriek berada disebelah kanan dari Polonia Park.
Mesin-mesin baru dipasang dan konsumen-konsumen swasta ditambah dengan mengurangi tarifnya. Terdapat 16% konsumen swasta pada waktu itu. Yaitu: 
  1. Medan Hotel sebanyak 523 lampu
  2. Perumahan Tjong A Fie sebanyak 425 lampu
  3. Witte Societeit sebanyak 334 lampu
  4. Hotel De Boer sebanyak 352 lampu
  5. Istana Maimoon sebanyak 317 lampu.
Mesin diesel yang dipakai untuk menggerakkan listrik buatan Nedherlands Fabriek van Werkingen en Soopweg materieel Amsterdam. Sedangkan electrische plaat buatan Westinghouse.Co dan Electrotechnische Industrie dari Slikkeveer. (MTD:Lukman Sinar,59)

Pada tahun 1950, Nederlandsch Indische Gasmaatschappij (NIGM) berubah menjadi Overzeese Gas- en Elektriciteitsmaatschappij N.V. (OGEM)

1898 Istana Sultan Serdang di Medan

Istana Sultan Serdang di Medan
Foto PC kartoepos@yahoo.com
Ada satu istana tempat peristirahatannya Sultan Sulaiman Syariful Alamsyah sebagai Sultan Serdang V di Medan. Istana ini berada persis didepan Race Baan (Pacuan Kuda) di Medan. Tidak tahu kapan persis paleis Sultan Serdang ini di bangun tapi dari peta yang saya miliki tahun 1895 dan 1906, ada situs bangunan ini dipeta tersebut. 
Bangunan ini persis berada di hoek simpang Jalan Batoemba (Race Baan weg) atau tepatnya sekarang berada disimpang Jalan Veteran dan Jalan Sutomo Medan.

1898 Pacuan Kuda dan Sengketa Mangaraja Tagor

Kuda Batak pony dan kereta 1898
Kalau sekarang kita selalu melihat Pacuan Kuda berada di Lapangan WTC Tuntungan , Deli Serdang, sebenarnya pada tahun 1898, Medan sudah memiliki Race Baan (Trek Balap) untuk pacuan kuda. Lokasinya berada disebelah kanan dari lapangan Esplanade.  

Race Baan 1898
Disini setiap 2 kali setahun diadakan perlombaan pacuan kuda. Karena wilayah ini merupakan lapangan yang besar, dan banyak didiami oleh masyarakat Melayu, sehingga banyak masyarakat banyak berdatangan juga ke sini untuk membawa kuda-kuda mereka. 

Para Anggota Organisasi Pacuan Kuda merasa terganggu akan hal ini, Mereka takut kuda-kuda mereka tertular panyakit oleh kuda-kuda pribumi.

Hal ini menjadi membesar ketika Sultan Deli sendiri tidak peduli dengan nasib rakyatnya. Keuntungan yang banyak dari para pengusaha membuat sultan tidak pernah memikirkan kepentingan rakyat. Sultan lebih mementingkan keuntungan pribadi dari pada memikirkan rakyat. Keuntungan yang diberikan membuat Sultan tidak pernah membela rakyatnya. Bahkan rakyatnya dikorbankan untuk mendapatkan pengakuan para pengusaha. 

Dari buku Berjuta-juta dari Deli:Satoe hikajat koeli contract karya Emil W. Aulia mengangkat perselisihan ini. Suatu ketika masyarakat pribumi yang diwakili oleh Mangaraja Tagor mendatangi seorang advokat berbangsa Belanda yang bersifat independent. Dia adalah Mr. J. Van den Brand. Mangaraja dan teman-temannya dipaksa Sultan dan kroninya untuk pindah dari rumah dan tanahnya. Tanpa ada ganti rugi sedikitpun kepada meraka. Hal ini membuat Van den Brand mendidih. Dia langsung bereaksi untuk membela Mangaraja Tagor dan kawan-kawannya dengan mengangkat cerita mereka ini ke pemerintahan Hindia Belanda.

Pacuan Kuda 1898

1898 Tjong A Fie diangkat sebagai Mayor China

Mayoor Tjong A Fie
Semenjak memindahkan aktivitasnya dari Labuhan Deli ke Medan di tahun 1886, Fie membuka usaha sendiri dengan menjadi levarinsir yang melego barang–barang keperluan perkebunan seiring dengan itu terbentuklah kerajaan bisnisnya. Tjong A Fie juga memiliki hubungan yang baik dengan sultan Deli Makmoen Al Rasyid Perkasa Alamsyah dan Tuanku Raja Moeda serta pemerintahan Hindia Belanda.

Dalam karier politik beberapa jabatan sebagai pemimpin masyarakat Tionghoa pernah ia sandang mulai Letnan (Lieutenant-1885), Kapten (Kapitein-1895) hingga Mayor (Majoor-1898). Sedangkan dalam pemerintahan Hindia Belanda, multimilioner Tionghoa ini diangkat menjadi anggota Afdelingsraad, anggota Gemeente Medan dan menjabat sebagai anggota Cultuurraad Sumatera Timur.

Dari artikel The Chinese Commercial Elite of Medan,1890-1942,dari tahun 1877 hingga 1898 jaringan bisnis Tjong Yong Hian and Tjong A Fie atau yang sering disebut dengan Tjong Brothers ini memiliki 3 perusahaan besar.

  1. Tahun 1877 membuat perusahaan Li Wanga berpartner dengan Thio Tiauw Siat di Medan,
  2. Tahun 1894 membuat Opium Farma berpartner juga dengan Thio Tiauw Siat di Sumatra Oostkust.
  3. dan tahun 1898 membuat Ban Joo Hin Perusahaan pelayaran dengan rute Batavia - Hongkong - Jepang. Thio Tiauw Siat memiliki saham 50% dan Tjong Brother 40%.

1898 De Sumatra Post Terbit

Gedung dan karyawan De Sumatra Post dan Pertja Timor 1908
Setelah tahun 1885, De Deli Courant terbit,maka pada tahun 1898 terbitlah surat kabar De Sumatra Post. Surat kabar ini didirikan oleh orang Jerman bernama Jozeph Hallermann. Hallerman juga adalah seorang planter di Sumatra. Di tahun 1890-an Hallerman tinggal di Medan. 

De Sumatra Post yang menjadi suatu koran tiap hari. De Sumatra Post lebih terkenal sebagai koran yang sangat independen dan lebih progressif daripada De Deli Courant. 
Editor pertama dari De Sumatra Post adalah pengacara van den Brand dan diikuti oleh Karel Wybrands. Di tahun 1914 Hallermann pulang ke Jerman. Perusahan penerbitnya dengan De Sumatra Post telah dibeli oleh A.P. Varekamp. (De Sumatra Post 1898-1923). Journalis Karel Wybrands mengikuti van den Brand sebagai kepala editor dari De Sumatra Post. Dalam kontribusinya yang pertama di tahun 1899 ia menulis : ”Saya akan selalu sejauh saya bisa selalu akan berjuang untuk yang bagus, benar dan indah, tanpa membedakan orang orang.” (SP 3-8-1899).
Selain, Wybrands, A.J. Lievegoed juga pernah menjadi redaktur di Sumatra Post ditahun 1901.
Gedung kantor Boekhandel & Drunkkerij
Varekamp & Co Sumatra Post
Karel Wybrands

A. J. Lievegoed
Gedung kantor Boekhandel & Drunkkerij Varekamp & Co Sumatra Post berada di Paleis weg atau jalan Komando Laut Yos Sudarso no.107 Medan sekarang. Gedung nya sekarang dijadikan gedung Dinas Pariwisata Pemerintah Kota Medan

Senin, 23 Februari 2015

1897 P.J.Kooreman Residen Sumatra van Oostkust

P.J. Kooreman
Resident Sumatra van Oostkust 
Cukup mengagumkan hasil kerja selama kepemimpinan W.J.M. Michielsen sebagai Residen Sumatra Oostkust bagi Pemerintah Hinda Belanda. Di masanya, selesai ekspedisi Tamiang yang sangat melelahkan bagi kolonial pada saat itu. Banyak sekali korban yang berjatuhan antara masyarakat Tamiang hingga kolonial sendiri. Sehingga untuk mengenang pertempuran itu, Kolonial membangun Monumen Tamiang di Lapangan Esplanade.

Yang lebih mengagumkan lagi, dia berhasil mengajak pindah Sultan Makmun Al Rasyid ke Kampung Medan dan menjadikan Medan sebagai cikal bakal ibukota keresidenan Sumatra Oostkust.
Dimasanya pula, mulai banyak pembenahan dan pembangunan kampung Medan. Rancangan Kota Medan yang sangat mengagumkan. Mulai sarana umum mulai dibangun seperti, stasiun Kereta Api, Telepon hingga sekolah.

Tapi yang sangat menyakitkan bagi dunia perkebunan pada masa itu, mulai diberlakukannya Koelie Ordinantie & Poenale Sanctie. Dengan adanya undang-undang untuk kaum buruh dan kuli ini membuat terjadi berbagai penyiksaan terhadap kuli dari meneer-meneer pengusaha kebun di Sumatra Oostkust. Residen Michielsen tak mampu membendung Cremer dan teman-teman di Deli Panters Vereengging (DPV).

Tahun 1897, Kepemimpinan Michielsen digantikan oleh P.J. Kooreman sebagai Residen. Tak banyak dapat informasi tentang siapa Kooreman ini. Kooreman pernah mengikuti test A dari Leidsche HBS. Ia juga pernah menjabat sebagai kontrolir Gorontalo semasa Residen Menado Petrus Van Den Crab tahun 1871 - 1875.

Jumat, 12 April 2013

1897 Koin Onderneming Bahorok

1 $ Ondernaming Rubber Bohorog

Koin ini dikeluarkan di perkebunan karet Bahorok, wilayah langkat, Keresidenan Sumatra Timur.

Kamis, 24 Januari 2013

1899 Rumah Sakit Deli Maatschappij



Rumah Sakit pertama milik Deli Maastchappij dibangun disebelah kantor Deli Planters Vereenging (D.P.V) pada tahun 1871 (Sekarang milik Rumah Sakit PTP II Jalan Putri Hijau) awalnya pada tahun 1871. Dokter yang pertama sekali bertugas adalah dr.H.Sanders Eza.


Pada waktu itu hanya menanggani sakit ringan saja. Apabila ada yang mengalami sakit berat terpaksa diangkut naik tongkang ke Penang.

H.Ingerman
Pada bulan Juli 1899, atas prakarsa H.Ingerman selaku Hoofdadministrator Deli Maatschappij 1897-1901 yang melakukan derma terhadap orang Belanda yang pernah tinggal di Medan.  Dari hasil derma ini, ia mendapat uang sebesar Fl.15.000,- dari P.W.Janssen dan J.Nienhuys untuk membuka ruang operasi.

Karena biaya tidak cukup maka dipungut lagi sumbangan dari Firtz Meyer dari Zurich sebagai pemilik Perkebunan Namoe Terasi sebesar Fl.10.000,- ditambah sebidang tanah besar sebagai tempat untuk pembangunan Rumah Sakit tersebut.

Kemudian dipunggut pula sumbangan dari masyarakat lainnya sehingga jumlah mencapai Fl.7000,-. Setelah terkumpul maka dibangunlah Rumah Sakit tersebut.
Pada tahun 1901, Tuan Schmid selaku administrator Deli Batavia Maatschappij menyumbang untuk dibangun satu sayap dari bangunan besar itu untuk pasien-pasien yang menderita penyakit parah. Pada awal pembangunan terdapat 8 buah ruangan dengan 5 orang perawat terlatihyang dipimpin oleh seorang wanita. Pimpinan Rumah sakit dipegang oleh seorang ketua (Presiden), seorang sekretaris yang harus dipegang oleh seorang dokter praktek,seorangn bendahara dan suatu dewan yang terdiri dari 5 orang anggota. Pendapatan dari Rumah sakit itu terutama dari sumbangan-sumbangan dan kontribusi (iuran) dari 39 perusahaan, klab , baik di Jerman maupun Swiss dan minimum pembayaran Fl.2,50/bulan memberikan keringanan kepada yang mendaftar dan keluarganya untuk memperoleh hak khusus yaitu setelah dirawat sebulan, tarifnya dikurangi 20%.



Translate