Tampilkan postingan dengan label 1885 - 1886. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1885 - 1886. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 April 2013

1885 Koin Perkebunan Padang Tjermin Langkat

50 Cent Koin Kebun Padang Tjermin
Padang Cermin (Durian Mulan) adalah perusahaan tembakau yang terletak di pantai timur Sumatera Redidentie, wilayah Deli - Langkat di Landscap Selesai.
Perusahaan Perkebunan Langkat, didirikan pada tahun 1874, dibeli pada tahun 1876 dengan 5.000  bangunan besar Ondernaming Pandang-Brahrang.
Koin ini dikeluarkan pada periode tahun 1885 - 1895. 

Tuan Kebun Padang Tjermin 1925

1886 Koin The Netherlands India Sumatra Tobacco Company Limited

Famili Koin perkebunan NIST,Co.Ltd
The Netherlands India Sumatra Tobacco Company Limited ini didirikan pada tahun 1889 dan berbasis di London EC Leadenhall Street 147. Pemiliknya pada tahun 1886, terdiri dari Bengabing dan Frankfurt. Perkebunan ini terletak di wilayah Deli. Koin ini dikeluarkan pada periode tahun 1886 - 1892. 

Koin The Netherlands India Sumatra Tobacco Company Limited terdiri dari: 
  1. Koin 50 cent terbuat dari cupro-nikkel, dengan ketebalan 25 mm.  
  2. Koin 25 cents terbuat dari cupro-nikkel, dengan ketebalan 23 mm.  
  3. Koin 10 cents terbuat dari roodkoper, dengan ketebalan 20,5 mm.

Minggu, 07 April 2013

1888 Koin Onderneming Kisaran

Famili Koin Onderneming Kisaran

Jalan didepan
Kantor Onderneming Kisaran 1900
Perkebunan Kisaran adalah perusahaan perkebunan karet yang berada diwilayah Asahan, sekitar 40 km dari Tandjong Balei tepatnya di sungai Asahan. Koin ini dikeluarkan pada tahun 1888 - 1911. Terdiri dari:
  1. Koin 1 dollar dibuat tahun 1888, berbahan cupro-nikkel, dengan ketebalan 38 mm, sebelah belakang kosong.
  2. Koin 1 dollar reis tahun 1888, berbahan geelkoper, tebal 38 mm, sebelah kosong. 
  3. Koin 20 cents dibuat tahun 1888, berbahan cupro-nikkel, tebal 28 mm,sebelah kosong.  
  4. Koin 10 cents dibuat tahun 1888, berbahan roodkoper, tebal 23 mm,sebelah kosong.  
  5. Koin 10 cents dibuat tahun 1888, berbahan cupro-nikkel, tebalnya 23 mm, sebelah kosong. 












Sabtu, 06 April 2013

1886 Koin Perkebunan Dolok Estate

1 Dolar Dolok Estate
Dolok Estate adalah perkebunan karet yang berada di Asahan, Afdeling Batu Bara, wilayah Sukah Lima Puluh.

Koin terbuat dari nikel dengan ketebalan 33mm. Koin ini dipergunakan 1886 - 1897.

Stasiun Dolok Estate

Minggu, 31 Maret 2013

1886 Gementee Fonds Medan

Esplanade 

Menurut Tuanku Luckman Sinar,SH dalam satu bukunya “Medan Tempo Doeloe” mengemukakan sebagai berikut : Sebelum gementee Medan tahun 1886 terbentuk, diaturlah melalui satu lembaga yang diberi nama : “Commissie tot Beheer van het Gemeente Fond (Komisi untuk mengurus dana Gemeente) yang lebih dikenal dengan nama “Negoijraad’" tetapi masih dicampuri oleh Residen Sumatera Timur/Asisten Residen Deli dan Kontrolir Deli. Waktu itu Medan belum mempunyai Walikota.

Komisi ini mempunyai penghasilan dari :
  1. Sebahagian hasil tanah dalam lingkungan kota Medan yang diperoleh dari kerjaaan Deli.
  2. Tunjangan-tunjangan dari kerajaan Deli untuk keperluan jalan-jalan, titi, air dan lain-lain.
  3. Kontribusi secara sukarela dari penduduk untuk penerangan jalan.
  4. Penghasilan dari sewa dan pacht bangunan dan pasar.
  5. penghasilan-penghasilan lainnya.
Penghasilan pertama yang terkumpul oleh komisi tersebut sebesar Fl.32.000,- . Dana ini dipergunakan untuk keperluan air minum, kebersihan got-got, pompa kebakaran dan lain-lain.

1886 Tjong A Fie memindahkan imperium Bisnis ke Medan

Rumah Kapiten Cina Tjong Yong Hian 1878

Dengan Berbekal 10 perak uang Manchu yang diikatkan ke ikat pinggangnya, Tjong Fung Nam atau yang lebih dikenal dengan nama Tjong A Fie meninggalkan Tiongkok menyusul kakaknya Tjong Yong Hian yang sudah 5 tahun menetap di Deli-Hindia Belanda. Keinginannya yang keras untuk pergi dari negeri Tiongkok dan berpetualang di Nanyang ternyata membuahkan hasil yang sangat membanggakannya.

Dinegeri the het dollar land Tjong A Fie berkeyakinan “walaupun kita berada dinegeri impian yang bergelimang emas, seseorang takkan bisa berhasil tanpa adanya usaha sendiri dimana kekayaan tidak akan tumbuh seperti buah yang siap dipetik begitu saja, kitalah yang harus menanam pohon itu, memeliharanya, melindunginya sehingga pohon itu bisa berbuah seperti yang kita inginkan”. 

Beliau memulai karier sebagai pekerja serabutan ditoko kelontong miliknya Tjong Sui Fo di Labuhan Deli. Karena kemampuannya menjadi penengah jika terjadi perselisihan diantara orang Tionghoa atau dengan pihak lainnya, penguasa Belanda mengangkatnya menjadi Wijkmeester (Kepala kampung) bagi orang–orang Tionghoa di Labuhan Deli. Setelah pengangkatannya itu Tjong A Fie berhenti dari toko Tjong Sui Fo tanpa pernah melupakan kebaikan dari bekas majikannya. Tak lama kemudian pada tahun 1885 Tjong A Fie diangkat menjadi Letnan (Lieutenant) Tionghoa dan pada tahun 1886 tidak lama setelah pengangkatannya Tjong A Fie memindahkan aktivitasnya dari Labuhan Deli ke Medan.

Semenjak memindahkan aktivitasnya dari Labuhan Deli ke Medan di tahun 1886, Fie membuka usaha sendiri dengan menjadi levarinsir yang melego barang–barang keperluan perkebunan seiring dengan itu terbentuklah kerajaan bisnisnya. Tjong A Fie juga memiliki hubungan yang baik dengan sultan Deli Makmoen Al Rasyid Perkasa Alamsyah dan Tuanku Raja Moeda serta pemerintahan Hindia Belanda.

Tjong A Fie memindahkan imperium Bisnisnya ke Kesawan. Di tahun 1886 mereka membangun pasar daging dan setahun kemudian tahun 1887 membangun pasar ikan. Dan tahun 1906 mereka membangun pasar menjual sayur sayuran.






1886 Kantor Deli Spoor & Telefoon Medan

Kantor DSM & Telefoon berada di Jalan Prof.M.Yamin Medan menjadi Kantor Telkom
Bukan hanya perkeretaapian saja yang dikerjakan oleh Deli Spoorweg Mij, pengembangan bisnis ini pun akhirnya berkembang pada bisnis jaringan telepon , perumahan dan sewa gudang. Sarana komunikasi, seperti telepon sangat memungkinkan dilakukan dengan mempergunakan fasilitas yang tersedia. Alasannya karena pembangunan jaringan komunikasi mempergunakan jalur rel yang dimanfaatkan. Selain penghematan juga bebas biaya pemancangan tiang-tiang telepon.

Laporan Tahunan 1912 (DSM) menunjukkan pemasangan jaringan telepon terjadi peningkatan. Peluang diversifikasi usaha melalui investasi jaringan telepon memperlihatkan usaha sampingan ternyata mendukung pengembangan modal usaha. Secara keseluruhan biaya pembangunan jaringan telepon berdasarkan Artikel 10 der Telefoon Concessie voorwaarden 1912, bahwa sejak 1885-1939 biaya yang dikeluarkan 2.347.615,91 guldens.

Jaringan   telepon  memang   dibutuhkan   pihak   perkebunan   untuk mendapatkan  informasi  antar  perkebunan yang satu dengan  lainnya.  Jaringan telepon   memberi   peluang   untuk   mendapatkan   keuntungan   diluar   sektor transportasi.    Jaringan  telepon mampu melayani  berbagai  kebutuhan kalangan 
industri   perkebunan   maupun   masyarakat   sekitarnya.   Dibangunnya   jaringan telepon akan membentuk kelompok masyarakat kota yang melakukan kegiatan perdagangan, dimana pengaruhnya ditunjukkan dengan terbentuknya kota-kota perdagangan.

Sistem   komunikasi   menjadi   lancar   antar   afdeeling   maupun landschap yang ada di pulau Sumatera. Hal ini didukung semakin panjangnya rel kereta api  yang bersambung satu sama  lain pada wilayah yang berbeda,  baik Aceh,  Sumatera  Timur,  Sumatera  Barat   dan  Sumatera  Selatan.  Prospek   ini bukan   hanya  menguntungkan  DSM  (perusahaan)   tetapi  membantu   program pemerintah   dalam   mengusahakan   kelancaran   administrasi   dan   kebutuhan militer.  Pembangunan   jaringan     telepon   diberikan   kepada  DSM  berdasarkan konsesi   yang   dikeluarkan   oleh   Surat   Keputusan   Gubernur   Jenderal   Hindia Belanda tgl 3 Maret 1886 No.22, dan SK tgl 3 September 1886 No.4/C, serta SK tgl  3 Desember 1912 No.41. 

1886 Jalur DSM Medan Labuhan

Stasiun Kereta Api Deli Spoorweg di Medan 
Setelah mendapat perizinan dan jalur konsesi, maka Deli Maatschappij melalui perusahaan Deli Spoorweg Maatschappij mulai melakukan pekerjaannya. Rel, kantor, perumahan serta stasiun mulai dibangun. Stasiun pusat dibangun di sebelah kanan dari Hotel de Vink. Di depan lapangan yang luas yaitu lapangan Esplanade nantinya.
Perencanaan Stasiun Medan menjadi cikal bakal pusat kota Medan berada dikawasan ini. Photo diatas adalah stasiun kereta api Medan yang baru siap. Banyak kuli-kuli diperkerjakan untuk membangun landasan rel-rel kereta api ini. Jalur pertama yang direncanakan adalah jalur Medan - Labuhan. Karena pada saat itu, Labuhan masih menjadi pusat pemerintahan Sultan Deli.
Jalur ini dibuat dalam perencanaan awal adalah untuk mempermudah dan mempercepat perpindahan kota. Dengan dikeluarkannya surat  no.17 tanggal 23 Januari 1886 pembangunan jalur Medan - Labuhan sejauh 16,743 Km segera terealisasi.


Stasiun Labuhan 
 
3 buah lokomotif yang akan dipergunakan untuk kebutuhan transportasi di Deli adalah Lokomotif B 2t 1067 "Sumatra" yang dibuat oleh perusahaan Belanda Hohenzollern untuk Deli Spoorweg Mij.





Rabu, 27 Maret 2013

1885 De Deli Courant


Jacques Deen dan Deli Courantnya
Berbagai peperangan terjadi di Sumatera. Hal ini memicu banyaknya investor asing yang ingin membangun usaha termasuk percetakan dan komunikasi di Medan. Sehingga tidak tanggung-tanggung Deli pada saat itu dijuluki DELI HET DOLLAR LAND atau CALIFORNIE VAN NED INDIE.  Untuk merumuskan inilah maka dibangunlah DE DELI COURANT. De Deli Courant adalah surat kabar bahasa Belanda pertama di Kota Medan yang didirikan oleh warga negara Belanda, bernama Jacques Deen, pada tanggal 18 Maret 1885.

Gedung Redaksi dan Bookhandel De Deli Courant 1908

Jacques Deen yang berasal dari Amsterdam (Holland) tergolong masih berusia muda. Pada mulanya ia hanya bermaksud menyusul abangnya ke Surabaya yang bekerja sebagai saudagar hasil bumi. Setelah mendengar Deli juga telah ramai didatangi orang asing, ia pun mencoba mencari keberuntungan dan memutuskan untuk mendirikan perusahaan percetakan yang mencetak surat kabar.

Dengan persiapan yang amat sederhana, sebuah percetakan kecil bekas yang dijalankan dengan uap (stoomdrukkerij) dan beberapa orang karyawan yang berhasil dilatihnya sekedar menyusun huruf (zettery) dapatlah dicetaknya sebuah surat kabar dengan oplah 150 lembar yang terbit 2 kali seminggu (setiap Rabu dan Sabtu).

Mesin cetak besar 1921
Menyusun huruf (Zettery) 1900 -1935
Kios Penjualan De Deli Courant di Jl. Kom.L.Yos Sudarso 
Menurut Peta kota Medan tahun 1915, kantor redaksi Deli Courant itu berada di Palehuis Weg atau tepatnya sekarang berada di Jalan Putri Merak Jingga sekarang. Kalau sekarang sisabangunanya masih dapat dilihat didepan Gedung Paramount Medan. Sedangkan bookhandelnya berada di Kesawan Weg atau sekarang berada di Jalan K.L.Yos Sudarso.

Interior Kantor De Deli Courant
De Deli Courant adalah suratkabar yang merupakan cikal bakal berdirinya surat kabar lain di Medan. pada tanggal 30 November 1895 lahir pula De Ootkust artinya Pantai Timur, terbit 2 kali seminggu yakni setiap hari Selasa dan Jumat dengan pimpinan redaksi Mr H.E.H. . Pada tahun 1899 berdiri lagi sebuah percetakan dan penerbitan koran Belanda bernama De Sumatra Post di bawah pimpinan J. Hallermann seorang pendatang dari Eropa.

Kini salah satu foto Jaques Deen dan cetakan surat kabar tersebut, masih tersimpan di Yayasan Museum Pers Sumatera Utara (Sumut), di Jalan Sei Alas nomor 6 Medan, yang didirikan oleh Muhammad To’Wan Haria.


Translate