Selasa, 24 Desember 2013

1880 Onderneming Gloegoer (Glugur) Bekri

Peta Perkebunan Tembakau Gloegoer (Glugur)

Selain Onderneming Padang Boelan, Amsterdam Deli Company juga mendirikan perkebunan Gloegoer (Glugur). Perkebunan ini mendapat kontrak konsesi pada tanggal 14 Februari 1880 yang berakhir pada tanggal 3 Agustus 1953. Pada catatan Kolonial 1881, Glugur masuk dalam Afedling Deli dan mendapat 2000 bahu (in Bouws). Hasil yang diperoleh pada tahun itu sebesar 71.205 (in Amsterdam Ponden) dengan 110 orang kuli kontrak.

Perkebunan ini berbatas langsung dengan beberapa perkebunan seperti Perkebunan Sungai Mencirim, Namoe Trassi, Belawan dan Tuntungan. 
Pada tahun 1883, Amsterdam Deli Company mendapat lagi tanah di atas perkebunan Glugur ini seluas 700 in bouws untuk dibangunnya Perkebunan Bekri. Perkebunan ini mendapat kontrak konsesi pada tanggal 3 April 1882.

Rumah Administrator Glugur
T.H. Van Steeden adalah orang yang pertama sekali yang dipercayai oleh Amsterdam Deli Company sebagai Administrator pada perkebunan ini. 

Pada tahun 1883, Steeden digantikan oleh F.A. Losen sebagai administrator. Pada tahun ini perkebunan ini masuk dalam Landschap Serbanaman afdeling Deli. Hasil yang diperoleh pada tahun ini sebesar 364.750 (in Ams Ponden) dengan 275 orang kuli tetap dan 100 orang kuli tidak tetap.

Lahan Tembakau di Afd. Psr.VI Perkebunan Gloegoer
(Glugur) thn 1923 dekat dengan rumah assiten.

Pada tahun 1885, tercatat, Losen digantikan oleh J.C.Van Eck sebagai Administrator. Hasil yang diperoleh pada tahun ini sebesar 475000 (in Ams ponden) dengan jumlah 455 kuli tetap dan 110 kuli tidak tetap.

Sementara itu, Onderneming Bekri dipimpin oleh G.Krul sebagai administrator pertamanya. Dengan hasil pada tahun ini sebesar 182.568 (in Ams.ponden) dengan 244 jumlah kuli tetap dan 70 orang tidak tetap.

Tahun 1886, G.Krul sebagai administrator Onderneming Bekri digantikan oleh A.H. Von Mecheln. hasil meningkat menjadi 188.318 (Ams.Ponden) dengan jumlah kuli tetap sebanyak 275 orang dan 35 orang tidak tetap. Selang 2 tahun, tepatnya tahun 1888 A.H. Von Mecheln pun digantikan oleh R.G. Ten Siethoff sebagai Adminstrator di Perkebunan Bekri. Pada catatan tahun ini, jumlah kuli di perkebunan Glugur dan Bekri sebanyak 930 orang kuli tetap dan 140 orang kuli tidak tetap.

Asrama Kuli Jawa di perkebunan Glugur

Pada tahun 1889, Van Eck digantikan oleh E.Vogel sebagai Administrator perkebunan Glugur. Hasil yang diperoleh pada tahun itu sebesar 218.601 (in Ams Ponden) dan perkebunan Bekri dengan hasil 332.625 (in Ams Ponden).

Lahan berbukit dari psr VI dari Glugur - Sungai Bahilang
Pada tahun 1891, Administrator Vogel digantikan oleh J.H. Fock sedangkan Administrator Bekri, Seithoff digantikan oleh F.Th.Velge. Pada tahun ini Perkebunan Gloegoer (Glugur) sudah memakai 289m2 dengan produksi sebesar 528.900 (in Ams.Ponden) dengan kuli kontrak tetap Cina sebanyak 513 orang, Jawa 140 orang dan Keling 17 Orang, sedangkan Orang Banjar sebagai kuli tidak tetap sebanyak 20 orang. 
Sementara itu diperkebunan Bekri sudah dimanfaatkan 280m2 lahan dengan hasil yang diproduksi pada tahun itu sebanyak 490.992 (in Ams.Ponden) dengan jumlah kuli tetap terdiri dari Cina 400 orang, Jawa 70 orang, Bawean 30 orang dan Banjar 13 orang. sedangkan suku Jawa sebagai kuli yang tidak tetap berkisar 10 orang.

Pada tahun 1893, Administrator Perkebunan Bekri digantikan oleh H.M.Pantekock. Pada tahun ini luas lahan yang dimanfaatkan turun menjadi 192m2 dari 6800m2. Hasil yang diperoleh sebanyak 1278 pikols. Jumlah kuli tetap juga semakin berkurang. Kuli Cina menjadi 200 orang, Jawa 53 orang, Klings sebanyak 25  orang dan Bawean 12 orang. Sedangkan Kkuli tidak tetapnya terdiri dari Jawa 30 orang dan Melayu 6 orang.
Rumah penggeringan Tembakau (Doorschuur) di Perkebunan Glugur

Pada tahun 1896, Kedua administrator kebun Glugur dan Bekri diganti. Perkebunan Glugur dipimpin oleh A.M. de Veer dan Perkebunan Bekri dipimpin oleh H.C.Carsten. Luas lahan yang dipergunakan pada tahun itu oleh perkebunan Glugur sebesar 350 dari 6700m2 dengan hasil produksi sebanyak 3617 pikols. Jumlah kuli tetap yang terdata pada tahun itu terdiri dari: Cina 504 orang, Jawa 115 orang, Klings 46 orang, Bawean 37 orang dan kuli tidak tetapnya terdiri dari Jawa 40 orang. 
Sedangkan perkebunan Bekri memakai 285 m2 dari 8000m2 lahan yang diproduksi dengan hasil 2244 pikols. Jumlah kuli tetapnya terdiri dari: Cina 405 orang, Jawa 180 orang dan Kling 30 orang. 

Pada tahun 1900, Amsterdam Deli Company resmi menggabungkan kedua perkebunan ini menjadi Onderneming Gloegoer Bekri dengan luas 2700 hamparan dengan 393 dari 7200 m2 lahan yang sudah diproduksi. Hasil yang diproduksi pada tahun itu serbanyak 4809 pikols dengan 907 orang kuli tetap.

Pada catatan kolonial pada tahun 1913, perkebunan ini mendapat tambahan luas lahan konsesi sebesar 3800 hamparan. Hingga pada tahun 1919, Perkebunan ini memproduksi hasil mencapai 6291 pikols dengan jumlah kuli tetapnya sebanyak 1107 orang.



Kamis, 19 Desember 2013

1873 Onderneming Soengai Sikambing & SiPoetih

Peta Onderneming SiKambing dan Si Putih
Pada tanggal 23 Agustus 1873, P dan G de Guigne mendapatkan hak konsesi atas tanah yang berbatas dengan perkebunan Medan, Helvetia dan Germania dan berada pada landskep XII Kotta dibawah Rijk Deli. Menurut catatan Koloniaal verslag van 1881, Mereka mendapatkan 1000 bahu luas tanah. Pada tahun itu jumlah pekerja tetapnya mencapai 300 orang lebih dan hasil tembakau yang diproduksi sebanyak Fl.240.000,-. Perkebunan ini sangat strategis sekali, selain dekat dengan wilayah Medan, kebun ini juga dilalui oleh sungai Sikambing yang bermuara langsung ke Sungai Deli dan perkebunan ini juga dilalui oleh jalur kereta api yang menuju ke stasiun Binjai. Seluruh hasil dapat dengan mudah diangkut langsung menuju Medan terus ke Belawan.

Pada tahun 1883, jumlah pekerja mereka mencapai 420 lebih dengan hasil tembakau mencapai Fl.325.835,-

Pada tahun 1886, J.Ferrand diangkat sebagai administrator penanggungjawab onderneming ini. Dengan jumlah kuli hanya 300 lebih membuat hasil tembakau berkurang hingga mencapai Fl.132.650,-. menurut catatan setelah panen tahun 1884, pembuahan dilakukan dengan Guano dan hasil yang diperoleh sangat mengecewakan.
Pada tahun 1888, Onderneming ini dimiliki oleh De Guigne Ferres dan Ferrand tetap menjadi administrator kebun ini. Hasil yang diproduksi pada saat itu sebesar Fl.188.412,-
Pada tahun 1896, Onderneming ini berpindah tangan menjadi milik Tabaks Maatschappij Franco Deli, G.H.L.Verweij diangkat menjadi Administratornya. Pada tahun ini sdh 1308 bahu lahan konsesi yang sdh diberikan dan 250 dari 7200 m2 lahan yang telah ditanami. Hasil yang diproduksi pada tahun ini mencapai 1976 pikol dengan kuli cina sebanyak 308 orang, Jawa 70 orang, Keling 37 orang dan suku Bawean 42 orang.
Pada catatan Kolonial tahun 1900, Perkebunan Sungai Sikambing ini diambil alih oleh Medan Tabaksmaatchappij dengan 304 m2 lahan yang telah dimanfaatkan dan dengan hasil mencapai 2852 pikol dengan 705 orang jumlah kulinya.

Pada catatan tahun 1905, Perkebunan Sungai Sikambing digabungkan dengan perkebunan Siputih yang sama-sama milik dari Medan Tabaksmaatschappij. Kedua perkebunan ini memang berbatas sama (lihat peta diatas). Perkebunan Siputih mendapat kontrak konsesi tanggal 20 Februari 1876 atasnama J.de Floris dengan K.F. Hordick sebagai Administratornya. Pada tahun 1888, B.P.Warsinck diangkat sebagai administrator dan pada tahun 1893 digantikan oleh A.Davoine.
Pada tahun1896, kebun Siputih ini sama dengan Kebun Sikambing menjadi milik Tabaks Maatschappi Franco Deli.

Setelah bergabung ini, dua perkebunan ini memiliki tanah sebesar 2178 bahu tanah dengan 201 m2 lahan yang telah digarap dari 6690m2. Jumlah kuli pada tahun tersebut sebayak 575 orang. Hasil tembakau yang diproduksi pada tahun itu sebanyak 1730 pikol.

Karena kurang pamornya tembakau setelah masuknya karet dan kelapa sawit maka pada tahun 1913 adalah tahun terakhir perkebunan Sikambing dan Siputih ini, karena pada catatan tahun 1914 dan seterusnya perkebunan milik Medan Maatschappij ini sudah tidak terdata lagi. Akhir tahun 1913 ini luas bahu tanah yang tercatat sebesar 1443 dengan 213m2 lahan yang digarap 2556 pikol tembakau.






Rabu, 15 Mei 2013

1865 Onderneming Saint Cyrus

Jalan menuju Perkebunan Saint Cyrus 1892
Tanggal 18 Maret 1865, Sebuah perusahaan besar di Batavia yaitu, Geo Wehry & Co. mendapat konsesi  no.18 dengan luas 2000 bidang tanah dengan akhir kontrak tanggal 18 Maret 1947. 
Onderneming Saint Cyrus berada di Landskep XII kotta, Afdeling Deli yang berbatas dengan Bekala, Arnhemia, Two Rivers dan Perkebunan Petani.

Para Planters Ond.St.Cyr 1919
Pada catatan tahun 1881, J.van Der Sluys menjadi administrator pertama sekali. Pada tahun ini onderneming St.Cyrus sudah menghasilkan Fl.194.601 dari hasil budidaya tembakau, kopi dan coklat.

Pada tahun 1883, Onderneming ini dipegang oleh administrator C.F.Kufahl. Hasil yang diperoleh pada tahun ini sebanyak Fl.106.000 dengan 208 orang jumlah kuli kotrak dan 28 orang kuli lokal.

Pada tahun 1889, Onderneming ini diambil alih oleh Deli Langkat Maatschappij. Terjadi perubahan lahan konsesi., Lahan 500 bidang berakhir pada tanggal 14 Desember 1948 dan 1500 bidang tanah berakhir pada tanggal 10 Mei 1950. Hasil yang diperoleh pada tahun ini sebanyak Fl.480.000, dengan 540 orang jumlah kuli kontrak dan 60 orang kuli lokal.

Pada tahun 1891, onderneming ini dipegang oleh L.Neis sebagai administrator. Terjadi penambahan luas lahan kontrak menjadi 2400 bidang dengan kontrak berakhir pada tanggal 21 Juni 1949. Hasil yang diperoleh pada tahun ini mencapai Fl.430.136. Kuli kontraknya terdiri dari Cina: 538 orang, Jawa 205 orang dan Kling 36 orang dan Kuli lokalnya dari suku Batak sebanyak 40 orang.

Pada tahun 1893, Onderneming ini kembali dipegang oleh C.F.Kufahl. Sudang 325m2 dari 7200m2 lahan yang telah digarap. Hasil yang diperoleh pada tahun ini mencapai 2221 pikol tembakau. Kuli kontraknya terdiri dari Cina: 380 orang, Jawa 135 orang dan Kling 35 orang.



Pada tahun 1919, St.Cyrus mendapat tambahan lahan lagi menjadi 2893 bidang tanah konsesi. Hasil yang diperoleh pada tahun ini sebanyak 3010 bidang dengan jumlah kuli mencapai 678 orang.


Para Ondernemer & Admisnistrator Onderneming St.Cyrus
TahunOndernemerAdministrator
1865Geo Wehry & Co., J.Van der Sluis
1883Deli Langkat MaatschappijC.F. Kufahl
1889Deli Langkat MaatschappijC.F. Kufahl
1891Deli Langkat MaatschappijL.Neis
1892Deli Langkat MaatschappijE.C.Rohlack
1893Deli Langkat MaatschappijC.F. Kufahl(1893)
1896Deli Langkat MaatschappijC.Th.J.E.Kufahl(1896)

Senin, 13 Mei 2013

1872 Onderneming Two Rivers

Para Planters berpose di depan rumah
Administrator Onderneming Two River 1876
Bersebelahan dengan lahan Perkebunan Deli Toewa, Erven mr.W. Baron Baud mendapat konsesi pembukaan lahan tembakau di landskep Soeka Piring, afdeling Deli dalam konsesi tertanggal 18 Maret 1872 dan  berakhir 18 Maret 1974. Pada catatan tahun 1881, Mr Baron mendapat tanah seluas 2000 bidang dengan hasil pada saat itu sebesar Fl.15.000,-. Jumlah kuli kontraknya sebanyak 290 orang dan 20 orang kuli lokal. Mr. Baron mengangkat G.Meijer sebagai adminsitrator onderneming ini pertama sekali.

Two rivers berasal dari bahasa Inggris yang artinya 2 sungai. Perkebunan ini memang dihimpit oleh 2 buah sungai, yaitu: Sungai Babura yang memisahkan onderneming ini dengan onderneming St.Cyr dan Bekala juga ada Sungai Deli disebelahnya yang memisahkannya dengan Perkebunan Deli Toewa.


Perkampungan Onderneming Two Rivers 1876
Pada tahun 1888, G.Meijer digantikan oleh B.Krol. Pada masa ini hasil yang diperoleh mencapai Fl.331.000. Jumlah kuli kontrak pun meningkat menjadi 634 orang dan kuli lokal sebanyak 80 orang. Pada tahun 1889, Perkebunan ini dirubah kepemilikannya menjadi Baron Baud Association.

Jalan di perkebunan Two Rivers 1876
Pada catatan Tahun 1893, Kepemilikan onderneming ini berubah menjadi milik Medan Tabak Maatschappij dengan administratornya G.N.Aberson. Tercatat pada tahun ini akhir masa kontrak konsesi tertanggal 27 Desember 1950 dengan luas tanah sebesar 3750 bidang. Hasil yang diperoleh pada tahun ini sebanyak 2504 pikol tembakau dengan jumlah kuli kontrak Cina sebanyak 580 orang, Jawa 179 orang dan Kling 56 orang, sedangkan jumlah kuli lokal Batak sebanyak 30 orang.

Pada tahun 1909, sudah 430m2 dari 7000m2 lahan yang telah digarap dengan hasil sebanyak 5052 pikol tembakau. Jumlah kuli kontrak pada saat ini sebanyak 920 orang dan kuli lokal 60 orang. Pada tahun 1919, Jumlah lahan konsesi yang diberikan kepada Medan Tabak Mij sebesar 5770 bidang dengan hasil sebanyak 4122 pikol. Jumlah kuli kontraknya sebanyak 998 orang.

1878 Onderneming Amplas

Rumah Administrator Onderneming Amplas 1897

J. Huber mendapat konsesi tanah  tanggal 01 September 1878 dengan luas 2415 bidang tanah di Amplas, landskep Senembah afdeling Deli. Kontrak ini berakhir pada 01 September 1945.

Gambar udara Onderneming Amplas 1925
Pada tahun 1885, Kebun Amplas ini dipegang oleh Administrator tuan J.P. Van Gilse van der Pals. Pada tahun ini hasil dari perkebunan ini mencapai Fl.399.050 dengan 490 orang kuli kontrak dan 80 orang kuli lokal.

Pada tahun 1888, tuan Gilse digantikan oleh D.Huber sebagai administrator. Pada tahun ini hasil kebun Amplas mencapai Fl.371.250 dengan 652 orang kuli kontrak dan 25 orang kuli lokal. 

Pada catatan Kolonial tahun 1889, Perkebunan ini menghasilkan tembakau Fl.408.000 dengan jumlah 
R.G.Ten Seithoff 
kuli kontraknya sebanyak 585 dan kuli lokalnya sebanyak 40 orang. Tapi sayang pada tahun 1890, Perkebunan Amplas mengalami kebangkrutan, sehingga onderneming ini diambil alih oleh Amsterdam Deli Company. Amsterdam Deli Company mendapat kontrak konsesi no.12 yang dikeluarkan pada tanggal 03 Februari 1891 dan berakhir 03 Februari 1951. 

Pada catatan tahun 1891, sudah 368m2 lahan yang telah digarap. Hasil yang diperoleh tahun itu sebesar Fl.486.700. Kuli kontrak pada tahun itu terdiri dari Cina sebanyak 600 orang, Jawa 90 orang, Keling 80 orang dan Bawean 50 orang. Sedang kuli lokalnya terdiri dari Batak 20 orang dan Bandjar 5 orang. Amsterdam Deli Company mempercayakan R.G.Ten Seithoff sebagai administrator perkebunan Amplas ini.

Pada tahun 1896, Seithoff digantikan oleh J.S.E.Kastelijn. Pada masa beliau hasil yang diperoleh sebanyak 2831 pikol tembakau. Kuli Cina berkurang menjadi 440 orang, Jawa 262 orang dan  Kling 42. Sementara kuli lokal tidak ada yang mau bekerja lagi di perkebunan-perkebunan milik Belanda. 

Memasuki tahun 1900, hasil yang diperoleh sebanyak 2820 pikol dengan 782 jumlah kuli kontrak. Pada tahun 1910, Perkebunan ini masuk dalam afdeling Deli dan Serdang.

Barak Kuli kontrak cina 


Para Planter Onderneming Amplas 1925

1879 Onderneming Paija Bacon (Paya Bakong)

Rumah Administrator Perkebunan Paija Bakong 1890

Pada tahun 1879, Peijer & Von Gulich mendapatkan konsesi no.6 tanggal 15 September 1879 dan berakhir 15 September 1948. Awal sekali perkebunan ini bernama Perkebunan Boeloeh Tjina, masuk dalam landskep XII kotta, afdeeling Deli. Tapi pada tahun 1882, nama perkebunan ini berubah menjadi Paija Bacon dan tahun 1888 nama nya berubah lagi menjadi Paija Bakong. 

Peta Onderneming Paija Bakong
J.Huber sebagai administrator pertama perkebunan ini sempat jatuh bangun dalam membangunnya, sehingga akhirnya Deli Maatschappij menggambil alih ditahun 1889. Pada tahun 1889, tercatat Deli Maatschappij telah membuka perkebunan di Paya Bakong afdeling Deli. 

Perkebunan ini mendapat 3720 bidang tanah konsesi. Pada catatan kolonial tahun 1909, sudah 410m2 dari 6000m2 lahan dengan 1066 orang jumlah kuli kontrak dan 153 orang Kuli tetap. Hasil yang diperoleh sebanyak 4050 pikol tembakau.


Pada tahun 1896, Paya Bakong mendapat hak konsesi tanah sebesar 2500 yang dibagi dengan perkebunan Boeloe Tjina dan perkebunan Rotterdam. Pada tahun ini hasil perkebunan mencapai 3252 pikol. Jumlah kuli cina sebanyak 506 orang, Jawa 302 orang, Kling 28 orang dan Bawean 13 orang sedangkan kuli lokalnya terdiri dari Batak 32 orang dan Bandjar 42 orang.


Persiapan tanah yang dibajak oleh kerbau di Paija Bakong 1889

Aliran Sungai Belawan yang melintasi
pinggiran batas Onderneming Paya Bakong

Gudang Fermentasi Paija Bakong 1885

Para Ondernemer & Administrator Paija Bakong

TahunOndernemerAdministrator
1879Peijer en von GulichJ.Huber
1889Deli MaatschappijR.Kuntz
1891Deli MaatschappijF.L.Willekes Mac Donald
1896Deli MaatschappijH.P.Witsen Elias

Sabtu, 11 Mei 2013

1869 Onderneming Klambir Lima

Rumah Administrator Onderneming Klambir Lima 1903
Pada tahun 1869, Maskapai perkebunan swasta Arendsburg juga membuka perkebunan tembakau didaerah Klambir Lima. Tapi kemudian perkebunan ini digabungkan dengan Onderneming Kloempang. Perkebunan ini masuk landskep Laboean Deli dengan batas Perkebunan Terdjoen, Helvetia, Paija Bacon(Paya Bakong) dan Sei.Sikambing dan Germania.


Jalan di perkebunan Klambir Lima menuju rumah administrator 1878

Menurut catatan Koloniaal 1896, Arendsburg mendapat 250 bidang tanah konsesi dengan luas 318 m2 dari 3660 m2 tanah yang sudah digarap. Jumlah kuli kontrak terdiri dari Cina: 448 orang, Jawa: 128orang, Kling: 42 orang dan 6 orang Bawean. Sedangkan kuli lokanya dari suku Banjar sebanyak 15 orang. Hasil yang diperoleh pada tahun itu sebanyak 3134 pikol tembakau.


Gudang Fermentasi Klambir Lima 1903

Para Administrator Onderneming Klambir Lima

TahunOndernemerAdministrator
1869Arendsburg MijL.Kaufman
1885L.J. Voorbeijtel
1889J.A. Van Zijp
1893H.C.van der Zwet
1896D.M.Kann

Senin, 29 April 2013

1882 Onderneming Mabar

Sebuah pohon besar dipinggir jalan
Onderneming Mabar 1885

Oscar Eckels dan Werner Weber diberi tanah konsesi dengan kontrak 75 tahun seluas 2000 bidang pada tanggal 5 Maret 1882 dan 7 November 1882. Eckels membuka perkebunan di Mabar (Onderneming Mabar) sedangkan Weber membuka onderneming Pandahara Landskep Laboehan Deli. Pada catatan Kolonial 1881, Sultan Deli hanya menyerahkan konsesi tanah 2000 bidang ini kepada Eckels (Ond.Mabar) dan Pandahara hanya diberi kontrak 2 sampai 3 tahun saja karena berada disatu wilayah Mabar. 

Sementara hasil yang diperoleh lebih besar Onderneming Pandahara tercatat pada tahun itu lebih besar dari Mabar. Pandahara mendapat Fl.117,311 semetara Mabar mendapatkan Fl.47.000.


1872 Onderneming Rotterdam

Rumah di Onderneming Rotterdam 1885
Tak Banyak orang yang tahu sekarang ini dimana keberadaan Onderneming Rotterdam ini. Onderneming ini milik Deli Maatschappij. Onderneming ini mendapat tanah pertama sekali dalam kontrak konsesi tanggal 17 Agustus 1870 dan berakhir 17 Agustus 1945 didaerah Sialang Muda, Landskep XII kota dan Serbajaman sebanyak 500 bidang. Pada tanggal 10 Januari 1871, dikeluarkan lagi untuk daerah Sinlang Toenas sebanyak 800 bidang. Dan diberikan lagi konsesi tanggal 18 Mei 1876 dengan lahan 500 bidang.  Total bidang tanah Rotterdam sebanayk 2300 bidang tanah.

Pada catatan Kolonial 1873, pemilik perkebunan ini adalah Ritgen dan Sturzenegger, tetapi pada catatan 1880, pemilik perkebunan ini menjadi Ritgen & J.Cremer dan Cremer sendiri yang menjadi administratornya pada saat itu.

Onderneming ini berada di daerah Diski, pada waktu itu diketahui sebagai landskep Serbajaman, Afdeeling Deli. 

Di perkebunan inilah terdapat stasiun kereta api Diski. Onderneming Rotterdam berbatas dengan perkebunan Sungai Bras, Timbang Langkat, Paja Bakong dan Kloempang.

Pada tahun 1880, Onderneming ini sudah menghasilkan Fl.207.000 dari penghasilan tembakau dan pala. Jumlah Kuli kontrak pada masa itu berjumlah 300 orang dan 50 orang kuli lokal.
Pada tahun 1883, Rotterdam sudah menghasilan Fl. 387500 dengan jumlah kuli kontrak meningkat menjadi 538 orang dan 30 orang kuli lokal.


Sungai Bras mengalir di Onderneming Rotterdam 1878

Pada tahun 1889, lahan Rotterdam dibagi menjadi 2 Onderneming, yaitu Roterdam A dengan 1800 bidang dimiliki Ritgen dan cremer dengan Admisistratornya F.The Losen sedangkan Roterdam B dengan 1250 bidang diangkatlah B.V.Bulow sebagai administrator pada masa itu.

Pada Catatan 1891, Rotterdam A memiliki kuli kontrak Cina sebanyak 691 orang, Jawa 51 orang, Kling 54 orang dan Bawean 36 orang sedang kuli tidak tetap terdiri dari Batak 21 orang dan Bandjar 154 orang. Pada masa ini Administratornya digantikan oleh Ch.Von Bernstorff dengan hasil 730.212 (in Ams ponden) dari 412m2 lahan yang sudah digarap. Sedangkan Rotterdam B memiliki kuli kontrak tetap terdiri dari: Cina sebanyak 410 orang, Jawa 64, Klings 44, Bawean 25 orang sedangkan kuli tidak tetap terdiri dari: Batak 36 orang, Gayo 10 orang dan Banjar 75 orang.

Pada catatan tahun 1896, Kepemilikan perkebunan ini berubah menjadi sepenuhnya milik Deli Maatschappij dengan administrator Rotterdam A yaitu: B.H.A.von Bulow dengan luas 4037 bidang tanah konsesi dan Rotterdam B dengan 2637 bidang tanah yang dipimpin oleh administratornya G.Henning. Pada tahun ini tembakau yang dihasilkan Rotterdam A sebanyak 4037 pikol, sedangkan Rotterdam B sebanyak 2637 pikol.


TahunOndernemingOndernemerAdministrator
1871Rotterdam ARitgen & CremerRitgen & Cremer
1885Rotterdam ARitgen & CremerRitgen(1885)
1886Rotterdam ARitgen & CremerF. The Lossen (1886)
1891Rotterdam ARitgen & CremerCh.von Bernstorff(1891)
1896Rotterdam ADeli MaatschappijB.H.A.von Bulow(1896)
1889Rotterdam BRitgen & CremerB.H.A.von Bulow
1893Rotterdam BRitgen & CremerG.Henning(1893)
1896Rotterdam BDeli MaatschappijG.Henning(1893)

Pada tahun 1914, Perkebunan Rotterdam A dan B menjadi milik dari Medan Tabakmaatschappij. Kedua perkebunan ini memiliki luas konsesi sebesar 5182 hamparan dengan 828m2 lahan yang sudah digarap. Pda tahun ini perkebunan ini memiliki hasil produksi tembakaunya sebesar 7342 pikols. Jumlah kuli tetap yang terdata pada tahun itu sebanyak 2460 orang. 
Pada catatan tahun 1919, luas lahan berkurang hingga hanya 3200 hamparan dengan hasil hanya sebesar 4406 pikols dengan jumlah kuli tetapnya sebanyak 910 orang. 

Jumat, 26 April 2013

1890 Onderneming Namoe Oekoer (Namu Ukur)

Rumah Administrator Onderneming Namoe Oekoer 1885

Namoe Oekoer (Namu Ukur) adalah sebuah daerah yang berada di Afdeeling Langkat. Deli Maatschappij membuka onderneming ini di tahun 1890. Onderneming ini tidak memiliki jalur kereta api. Semua hasil perkebunan di bawa dengan kapal melalui 2 buah sungai yang menghimpitnya,yaitu: Sungai Bingei dan sungai Begoemit yang memisahkan onderneming ini dengan onderneming Lau Boentoe ke Binjai.

Sungai Bingei yang mengalir di Onderneming Namoe Oekeor 1905

Menurut catatan Kolonial 1909, Onderneming ini mendapat lahan konsesi sebesar 8500 bagian. 425m2 dari 6000m2 telah digarap pada tahun ini. Jumalh Kuli kontrak sebanyak 1155 orang dan 70 orang kuli tetap. Hasil yang didapay pada tahun ini sebanyak 4700 pikol.

Air terjun Sungai Bekoelap
di hutan bagian selatan dari Ond.Namu Ukur 1885
Pada catatan kolonial tahun 1919, onderneming ini dibagi 2 menjadi onderneming Namoe Oekoer dan onderneming Lambik (Lambiki)

Terdapat 2 air terjun di onderneming ini. yaitu: Sungai Bertoe (Lau Bertu) yang bermuara ke Sungai Bingei dan sungai Bekoelap yang bermuara sampai ke Onderneming Wampoe.
Peta Onderneming Namoe Oekoer
Tembakau yang baru ditanam di Lahan Perkebunan Namoe Oekoer 1885

Kamis, 25 April 2013

1869 Onderneming Polonia

Rumah Michalsky di pinggiran Sungai Deli 1870

Ludwig Michalskie
Nama Polonia berasal dari nama negara asal para pembangunnya, Polandia (Polonia merupakan nama "Polandia" dalam Bahasa Latin). Sebelum menjadi bandar udara tahun 1928, kawasan tersebut merupakan lahan perkebunan milik orang Polandia bernama Ludwig Michalskie.

Ludwig Michalskie lahir tanggal 25 Agustus 1836 di Krakow. Dia adalah seorang pengusaha Polandia-Swiss. Ia terlibat dalam Pemberontakan Januari. Dia merubah namanya menjadi Louis Michalski untuk menyamarkan identitasnya sebagai seorang perwira dalam tentara pemberontak. Disini ia dilatih sebagai seorang insinyur. Setelah kekalahan pemberontakan pada bulan Agustus 1864, ia melarikan diri ke Swiss dan menetap di Zurich. 

Atas dukungan Gottfried Keller, sekretaris kemanusiaan "Komite Sentral Swiss untuk Polandia (Schweizerischen Zentralkomitees für Polen)", Michalsky dapat melanjutkan kuliahnya di Polytechnikum (sekarang ETH Zurich) dan selesai dengan gelar sarjana teknik pada tahun 1868. 

Tak lama setelah mendapatkan kenegaraan naturalisasi dari Gemeinde Stallikon. Pada bulan Oktober 1868 dia dengan istrinya Anna Breker melakukan perjalanan ke Sumatera. Sultan Deli menugaskan dia untuk membangun (Gardekorps nach europäischem Vorbild) Korps Pengawal model Eropa. Atas jasanya inilah, Michalski menerima sebidang besar tanah dari Sultan Deli.

Rumah administrator Onderneming Polonia 1885

Menurut catatan Kolonial 1873, Dia menerima kontrak konsesi lahan seluas 2000 bidang pada tanggal 14 Desember 1869 dengan masa kontrak 75 tahun di Lanskep Kampung Baroe dan lama - Soeka Piring. Dia membangun onderneming Polonia. Tapi sayang, istrinya nya meninggal pada tahun tersebut karena tidak tahan dengan iklim tropis yang panas dan lembab. Tak berapa lama, ia menikah lagi dengan temannya Anna Hottinger, dengan ini ia memiliki empat orang anak. 

Pada tahun 1875 Michalski kembali ke Swiss. Pada tahun 1879, Dengan hasil menjual perkebunan Polonia kepada Deli Maatschappij, dia membeli sebuah Kastil Hilfikon seharga 70.000 franc. Dia dan keluarganya tinggal disana hingga sebuah penyakit paru-paru serius memaksanya di tahun terakhir untuk sering menginap spa hingga tanggal 26 Juni 1888 dia meninggal dunia.

Houtvester C.H. Japing bersama istrinya
berkunjung ke Onderneming Polonia sekitar Oktober 1922
Pada tahun 1883, perkebunan ini ditutup dan dibuka kembali pada tahun 1887. Pada tahun ini perkebunan ini menjadi milik Langkat Association Maskapai dengan administratornya  A.V.Ch. Bruijn. Pada tahun 1892, Deli Maatschappij mengambil perkebunan ini. Pada tahun 1896 menurut catatan kolonial, Deli Mij mendapat 1100 bahu dengan 281m2 dari 6000m2 lahan yang telah digarap. Pada tahun ini jumlah kuli kontrak terdiri dari: Cina sebanyak 386 orang, Jawa 95 orang, Kling 7 orang dan 22 orang. hasil yang diperoleh pada tahun itu sebanyak 1815 pikol.

Menurut catatan kolonial 1909, jumlah kuli kontrak yang terdata pada tahun itu sebanyak 1097 orang dan kuli tetap sebanyak 117 orang. Hasil yang diperoleh pada tahun itu sebanyak 3750 pikol. Ditahun 1919 makin berkurang menjadi hanya 1000 bidang. Dengan 814 orang kuli kontrak dan 60 orang kuli tetap. 

Rumah Komandan di Kamp Militer Ond.Polonia 1888
Pada tahun 1911, Onderneming Polonia ini masuk dalam Afdeling Deli & Serdang.

1890 Onderneming Kala Hoen Pinang

Rumah Administrator Onderneming Kala Hoen Pinang 1900
Interor kantor van der Heer Rietbergh selaku Kepala
Administrator Ond.Kala Hoen Pinang 1895
Setelah Onderneming Padang Boelan, Amsterdam Deli Company membuka lahan perkebunannya di Landskep Arnhemia (Pancur Batu) afdeeling Deli. Perkebunan ini bernama Kala-Hoen Pinang, ada juga yang menyebutnya Kela Hoen Penang. 

Menurut catatan kolonial 1909, Onderneming ini mendapat tanah konsesi seluas 2043 bidang. Kala-Hoen berbatas langsung dengan perkebunan Arnhemia, Tuntungan, Kuta Limbaroe dan Gambir. 

Terdapat 2 buah sungai yang bertemu dihulu pangkal batas perkebunan ini, yaitu: Sungai Deli (Belawan) dikanan onderneming ini dan Lau Timbangan dikirinya.

Seorang Planter berpose di lahan perkebunan tembakau yang luas 1900
Pada tahun 1909 ini telah digarap tanah seluas 446m2 dari 5700m2. Jumlah kuli kontraknya sebanyak 1114 orang. Hasil yang diperoleh pada tahun itu sebanyak 3670 pikol tembakau.

Kuli Jawa dan Cina di Kala Hoen Pinang 1893
Berikut nama nama planter yang pernah menjabat sebagai Administrator di perkebunan Kala Hoen Penang: J.W.F. Cramerus, N.Wijgchel(1886), A.W.J.Wolff(1888), N.C.L.Holtius(1892), D.Stronck(1893), H.M.Pantekoek(1896).


Rabu, 24 April 2013

1890 Onderneming Sampali

Gudang Pengepakan Tembakau di Onderneming Sampali 1905

Peta Onderneming Sempali
Onderneming Sampali  (Sempali) adalah perkebunan milik Deli Maatschappij yang berada bersebelahan dengan Onderneming Medan Estate. Sampali ini termasuk dalam Landskep Laboean Deli, Onderafdeeling Deli. Walaupun sekarang Sampali masuk kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang.

Kalau kita lihat dari peta onderneming Sumatra van Oostkust ini, bahwa perkebunan Sempali, berbatas dengan Onderneming Saentis, Bandar Khalipah, Medan Estate dan Brayan/Mabar.

Onderneming Sampali ini mendapat konsesi Sultan Deli, no. 1 termasuk onderneming Medan dan Mareindal. Kontrak ini dikeluarkan pada tanggal 1 Juni 1870 dengan masa kontrak 99 tahun, sehingga berakhir pada tanggal 17 November 1969 atau 17 Desember 1956. Namun terjadi perubahan pada kontrak no.57 dalam catatan Kolonial verslag 1891, kontrak baru disetujui pada tahun 1890 sehingga masa kontrak berakhir pada tanggal 12 Agustus 1915.

Awalnya Sampali mendapat 13500 bidang (in Bouws) dengan lahan yang dikontrak hanya 500m2. Pada tahun 1891 yang sudah ditanam seluas 151m2. Jumlah kuli kontrak pada masa itu terdiri dari Cina 284 orang, Jawa 229 orang dan Kling 40 orang dan Bawean 25 orang. Sedangkan Kuli tetap yang bekerja secara shift terdiri dari Batak 35 orang dan Melayu 20 orang.

Pada tahun 1905, Perkebunan Sempali dibagi 2, Sempali I dengan 13500 bidang tanah dan sempali II dengan 300 bidang tanah.

Menurut catatan Kolonial verslag 1909, Sampali mendapat lahan sebesar 13800 bidang dan lahan yang sudah tergarap seluas 410m2 dari 6000m2. 

Pada tahun tersebut tercatat, jumlah kuli kontrak Sampali sebanyak 1062 orang dengan 125 orang kuli tetap. Hasil yang diperoleh pada tahun itu sebanyak 4400 pikol.

Pada catatan kolonial tahun 1911, Onderneming Sampali dibagi menjadi 2 yaitu: Onderneming Sampali I dan II. Jumlah kuli kontrak berkurang menjadi 810 orang dan 60 orang kuli tetap dengan hasil 4610 pikol tembakau. 

Jalan Spur dan fermentasi gedung Di Onderneming Sampali 1905
Van Rijn van Alkemade
van Rijn van Alkemade sebelum menjadi administrator ditahun 1888 pernah menjabat sebagai Controlir Laboean Deli dan pernah menjabat sebagai Sekretaris residen Sumatra Oostkust ditahun 1893.

Para Administrator Sampali
TahunOndernemerAdministrator
1890Deli MaatschappijR.T.G.Schadt,
1892D.F.Poel
1893R.T.G.Schadt
1896M.van Rijn van Alkemade

Selasa, 23 April 2013

1869 Onderneming Padang Boelan

Rumah Hoofdadministateur
Onderneming Padang Boelan 1897

Onderneming Padang Boelan
Pada tanggal 18 Agustus 1869, Maskapai cultur tabaks Amsterdam Deli Company mendapat konsesi membangun lahan perkebunan di Deli. Sebuah lahan dengan luas 2000 bahu didaerah Padang Boelan yang termasuk dalam landskep XII Kotta, Afdeling Deli. Tembakau dan Kopi adalah budidaya awal perkebunan ini.

Onderneming Padang Bulan ini berbatas dengan onderneming Polonia, Gedong Djohore, Bekalla dan Charlotenberg dan Onderneming Belawan. Dikanan kiri perkebunan ini terdapat dua buah sungai yang mengalir yaitu: Sungai Selayang dan Sungai Babura.

Pusat masyarakat Perkebunan ini adalah di Arnhemia (Pancur Batu sekarang)

Pada tahun 1905, Perkebunan Padang Boelan dibagi menjadi 2, yang pertama 2000 bidang dan Padang Boelan II dengan luas 500 bidang tanah konsesi.

Menurut catatan kolonial tahun 1909, Onderneming Padang Boelan ini mendapat luas tanah konsesi sebesar 3691 bidang. Lahan yang sudah tergarap sekitar 508m2 dari 6200m2. Jumlah kuli kontrak pada tahun itu sebanyak 1384 : Cina :442 orang, Jawa 153 orang, Kling sebanyak 46 orang , sedangkan kuli Lokal suku Jawa sebanyak 125 orang. Hasil yang diperoleh pada tahun itu sebanyak 3751 pikol tembakau.


Para Planter Onderneming Padang Boelan 1925

Sungai Babura membelah Onderneming Padang Boelan
dan Gedong Djohore
Pada sekitar akhir 1890, dibangunlah Rumah sakit untuk orang Eropa dan kuli di onderneming Padang Boelan.

Lingkungan Rumah Sakit Kuli Padang Boelan 1900
Rumah Sakit kuli Onderneming Padang Boelan 1900
Kamar Operasi di Rumah Sakit Padang Boelan
Rumah Sakit Khusus Orang Eropa di Ond.Padang Boelan

Para Ondernemer & Administrator Padang Boelan

TahunOndernemerAdministrator
1869Amsterdam Deli CompanyH.Meijer
1885Amsterdam Deli CompanyJ.M.Hondius
1886Amsterdam Deli CompanyH.E.O. Richelmann
1888Amsterdam Deli CompanyA.U.von Mechel
1892Amsterdam Deli CompanyD.J.Stronck
1893Amsterdam Deli CompanyW.Wolf
1896Amsterdam Deli CompanyP.M.A van der steenstraten

Translate