Selasa, 10 Februari 2015

1880 Para Jemaah Haji Sumatra



Jemaah Haji Sumatera 1880
Masuknya Islam ke Sumatera diawali dengan fase pertama proses kedatangan Islam di Indonesia pada abad ke 4 H. Dari literature Arab, dapat diketahui bahwa kapal-kapal dagang Arab sudah mulai berlayar ke wilayah Asia Tenggara sejak permulaan abad ke– 7 M. Sehingga, kita dapat berasumsi, mungkin dalam kurun waktu abad 1—4 H terdapat hubungan pernikahan anatara para pedagang atau masyarakat muslim asing dengan penduduk setempat sehingga menjadikan mereka masuk Islam baik sebagai istri ataupun keluarganya.

Sedangkan bukti-bukti tertulis adanya masyarakat Islam di Indonesia khususnya Sumatera, baru ditemukan setelah abad ke– 10 M. yaitu dengan ditemukannya makam seorang wanita bernama Tuhar Amisuri di Barus, dan makam Malik as Shaleh yang ditemukan di Meunahasah Beringin kabupaten Aceh Utara pada abad ke– 13. M.

Hal ini berdasarkan catatan tua Cina yang menyebutkan adanya sebuah kerajaan di utara Sumatera namanya Ta Shi telah membuat hubungan diplomatic dengan kerajaan Cina. Ta Shi menurut istilah Cina adalah istilah yang diberikan kepada orang-orang Islam. Dan letaknya kerajaan Ta Shi itu lima hari berlayar dari Chop’o (bagian yang lebih lebar dari malaka) di seberang selat Malaka. Ini menunjukkan Ta Shi dalam catatan tua Cina itu ialah Ta Shi Sumatera Utara, bukan Ta Shi Arab. Karena, Ta Shi Arab tidak mungkin di capai dalam waktu lima hari.

Islam semakin berkembang di Sumatera Utara setelah semakin ramai pedagang – pedagang muslim yang datang ke Nusantara, karena Laut Merah telah menjadi Laut Islam sejak armada rome dihancurkan oleh armada muslim di Laut Iskandariyah.

Disamping itu, terdapat satu factor besar yang menyebabkan para pedagang Islam Arab memilih Sumatera Utara pada akhir abad ke- 7 M. Yaitu karena terhalangnya pelayaran mereka melalui Selat Malaka karena disekat oleh tentara laut/Sriwijaya kerajaan Budha sebagai pembalasan atas serangan tentara Islam atas kerajaan Hindu di Sind. Maka terpaksalah mereka melalui Sumatera utara dengan pesisir barat Sumatera kemudian masuk selat Sunda melalui Singapura menuju Kantun, Cina.

Perkembangan islam masuk ke kerajaan-kerajaan di Nusantara, Kerajaan Samudra Pasai, Kerajaan Aceh dan masuk ke kerajaan Deli. Sebagai rukun islam ke 5 adalah menunaikan Haji menuju Mekkah. Pada tahun 1880, sebelum munculnya alat transporatsi yang canggih seperti : Pesawat terbang komersial. Seluruh jemaah haji berangkat dengan menggunakan kapal laut. Berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan barulah sampai ke Mekkah. Tak jarang juga, para jemaah haji ini sakit dan meninggal dunia di perjalanan. Perbekalan yang dibawa lumayan banyak, dari pakaian hingga makanan yang disiapkan selama perjalanan hingga pemondokan di Mekkah dan Madinah.

0 komentar:

Posting Komentar

Translate