Senin, 16 Februari 2015

1881 Onderneming Gambir & Leoning

Gedung Fermentasi dan penyortiran di Onderneming Gambir 1905
Tanggal 14 Agust 1881, P en G de Guigne mendapatkan konsesi tanah untuk Onderneming Gambir. Onderneming ini berada di kawasan Arnhemia (Deli Tua). Pada tanggal 22 Agustus 1881, mereka juga mendapat konsesi tanah untuk onderneming Leoning. 
Gambir berbatas dengan beberapa onderneming seperti Kala Hoen Penang, Kota Lambaroe, Loening dan Arnhemia. Gambir masuk landskep Serbanaman sedangkan Leoning masuk landskep XII Kotta.
Administator pertama di Perkebunan Gambir adalah Laurent, Gambir mendapatkan 1000 bahu tanah dan Perkebunan Leoning mendapatkan 2000 bahu tanah.
Pada laporan kolonial tanu 1883, Perkebunan tembakau ini mendapat hasil 68.400 in Amst ponden dengan 115 kuli kontrak dan 20 kuli sampingan.
Pada laporan tahun 1885, Administrator berganti dengan J.B.Tabel. 
Ditahun ini untuk kedua kalinya tembakau ditanam di hamparan seluas (pm Bouws 34) yang sebelumnya dengan pupuk guano. Tanaman diselang dengan penanaman padi. Pada tahun 1884 Perkebunan ini juga menanam 2000 kopi dan 600 phon kelapa.
Tahun 1886, Administrator diganti oleh  H.J.Bouchard. Pada tahun ini laporan yang berhasil diproduksi sebanyak 249.331 in Amst ponden. Jumlah kuli sudah meningkat menjadi 416 orang dan 87 orang kuli sampingan. Setengah dari bidang tanah yang digunakan sudah ditanami tembakau untuk panen 1884. Penanaman tanaman kedua di lakukan dengan baik. Di perkebunan kopi dan kakao yang dibangun pada tahun 1884 tidak terdapat laporan. Pada tahun 1888 - 1889 kedua perkebunan ini dikuasai oleh firma De Guigne Ferres.
Pada tahun 1888 administrasi Onderneming Gambir pun dipegang oleh A. Davoine. Hasil yang diperoleh meningkat menjadi 218.400 dengan 419 orang kuli serta 35 kuli sampingan. Lahan yang sudah ditanami selama dua tahun, ditanam untuk kedua atau ketiga kalinya dengan tembakau. Guano sebagai pupuk yang digunakan memberikan hasil yang menguntungkan. Beras tidak diperoleh dengan budaya.
Diperkebunan Leoning pada tahun 1886 dipimpin oleh administrator L.G. Alma. Hasil yang diperoleh sebesar 127.200 227 kuli kontrak. Tahun 1888 produksi sebesar 138.360 Amst. ponden.

Jalan menuju Onderneming Gambir 1905
Pada tahun 1892, kedua perkebunan ini mungkin pailit,  sehingga diadakan merger kebun. Dalam catatan kolonial tahun 1892, Gambir dipimpin oleh H.Bollinger sebagai administrator. Gambir memperoleh produksi sebanyak 172 509 Amst.ponden dengan kuli China sebanyak 290 orang, Jawa 90 orang dan Batak 21 orang. Perkebunan Leoning pada catatan tahun ini sudah tidak digarap lagi.

Pada tahun 1896, firma De Guigne Ferres menjual Perkebunan Gambir kepada Tabak Maatschappij Franco Deli. H.Bollinger tetap menjadi administratornya. Lahan yang sudah digarap sluas 293 meter dari 7000 m2. Hasil yang diperoleh sebanyak 1811 pikols. Kuli China sebanyak 363 orang dan Jawa 160 orang.Sedangkan kuli paruh waktu terdiri dari suku Batak sebanyak 30 orang.

Memasuki tahun 1900, jumlah lahan yang digunakan berkurang menjadi 256 m dari  8000m2 yangtelah digarap, Hasil pun berkurang sebanyak 1683 pikols dengan jumlah kuli 669 orang dan 26 orang kuli sampingan. Pada tahun ini sudah penanaman ke 3.

Pada tahun 1905, dalam catatan sudah berganti kepemilikan kepada Deli Maatschappij. 222 dari 6000m2 lahan yang sudah digarap. Hasil yang diperoleh sebanyak 2100 pikols dengan 446 orang kuli. Tapi sayang, pada laporan tahun 1906, perkebunan Gambir pun lenyap. Tidak ada lagi laporan tentang perkebunan ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Translate